Laut

Laut selalu membuat saya rindu, entah kenapa. Mungkin karena saya lahir dan besar di kota yang teramat jauh dari laut, dikungkung gunung yang dahulu pernah hijau dan setiap pagi berselimut kabut.

Pertama kali melihat laut, itu adalah laut Merak yang kotor dengan deretan kapalnya dan anak-anak yang timbul tenggelam menyelam untuk menyelamatkan recehan yang dilemparkan penumpang. Saya ternganga. Sejauh mata memandang, hanya biru, biru, dan biru. Dan asinnya terasa hingga di kulit.

Pulau Kotok Besar-Pulau Seribu-Indonesia

Ketika kemudian saya tinggal dekat dengan laut, di Bali yang ramai, saya suka pergi ke laut pada saat matahari hendak muncul. Para nelayan yang bergegas menghela jaringnya. Laut yang gelap memberikan perasaan asing yang sungguh familiar.

Disini, saya melihat laut hanya dari atas. Jauh dari atas pesawat yang menyusuri tepi-tepi pantai, menghubungkan kota dengan kota. Saya rindu birunya. Saya rindu rasanya menenggelamkan kepala ke dalam laut, merasakan asinnya, merasakan matahari yang menyengat punggung saya, dan menemukan dunia yang berbeda di bawah sana.

it's been so long since i've seen the ocean, wish i could...(long december, counting crows)

Comments

Popular Posts